beberapa bulan yang lampau seorang teman kuliah menawari saya pekerjaan dengan gaji dan posisi yang sangat menggiurkan. Beberapa hari berlalu saya masih belum mengambil keputusan apakah saya akan menerima atau akan menolaknya. Setiap hari saya di hubunginya untuk menanyakan hal tersebut. saya bilang ke istri bahwa saya di ajak teman kerja di kota ckp dengan jabatan lebih baik gimana? istri menjawab coba aja dulu. lalu akhirnya saya buatlah lamaran pekerjaan untuk posisi tersebut.
3 hari berlalu saya langsung mendapat panggilan interview di kantor pusat perusahaan tersebut. dalam hati berpikir, “hebat juga nih temen gw bentaran langsung di panggil” akhirnya saya ambil cuti lalu berangkatlah saya menyambut panggilan tersebut pada hari senin kira-kira di minggu ke 4 bulan maret. proses interview berjalan lancar, saya menuliskan brapa jumlah gaji yang diinginkan lebih kecil dari yang teman saya anjurkan. sayapun di tanyakan apa saja keahlian saya. hingga akhir interview dikabarkan bahwa perusahaan tersebut pada intinya cocok dengan keahlian saya, namun karena kepala operasional belum masuk, maka saya harus menunggu keputusan beliau. akhirnya pulanglah saya dengan perasaan gembira karena pikiran di kepala penuh dengan angan” muluk tentang gaji dan posisi yang lebih baik dari tempat saya bekerja saat ini.
menunggu memang pekerjaan yang membosankan sekaligus membuat penasaran. hari” pun berjalan dengan lambat. namun tak terasa bulan april pun menyapa dengan kondisi kerja di tempat yang sekarang mulai menghangat karena berita tentang mundurnya beberapa tokoh pada posisi yang cukup strategis. hingga pada suatu hari atasan langsung saya pun mengundurkan diri. ada apa gerangan yang terjadi di perusahaan ini? tanyaku dalam hati. saya pun berpikir mungkinkah ini waktu yang tepat untuk mundur jika ternyata lamaran saya diterima? benar” suatu kondisi yang sangat membimbangkan.
kebimbangan saya pun ternyata semakin besar ketika manajer bagian saya memanggil saya dan memberitahukan bahwa saya diangkat menggantikan atasan langsung saya yang mengundurkan diri. ah benar” menambah rasa bimbang yang sangat dalam. akhirnya saya ungkapkan bahwa saya mendapatkan penawaran lebih baik bahkan sangat menarik dari luar yang membuat manajer saya pun ikutan kebingungan. sebab memang saat ini perusahaan tinggal mengandalkan saya untuk bidang control software programming. manajer saya pun akhirnya mencoba mempertahankan saya dengan dipertemukannya saya dengan kepala pabrik.
ketika bertemu dengan kepala pabrik sayapun ditawari gaji yang lebih baik lagi dari keadaan sekarang namun masih lebih rendah dari tempat yang baru. sayapun mengambil keputusan untuk tetap mencoba di tempat baru dengan alasan bahwa tempat tersebut menjanjikan keadaan lebih baik dari yang ditawarkan di tempat sekarang. saya berpikir demikian karena dengan gaji yang lebih baik maka saya dapat meneruskan kuliah saya yang sempat tertunda karena kurang biaya. manajer saya akhirnya menemui saya dan saya pun memberikan surat pengunduran diri saya.
besoknya saya cuti. rencananya cuti itu hendak digunakan untuk survey tempat kerja baru. berangkatlah saya menuju lokasi pabrik calon tempat kerja baru itu. pagi” sekali saya berangkat. odo meter speed 2 di dashboard motor saya set menjadi 0 sehingga nantinya bisa di ketahui seberapa jauh jarak yang telah tertempuh. jam di hp menunjukkan waktu pukul 05:31 saat saya mulai menjalankan motor. diiringi lambaian tangan istri tercinta si merah pulsar saya pun bertolak dari kediaman saya.
perjalanan dimulai dengan isi bensin di pinggiran kalimalang daerah cipinang melayu, lanjut perjalanan menuju bekasi. tak terasa cibitung melambai pasrah ketika teringat akan sesuatu tertinggal di rumah. balik lagi dah gak mungkin, akhirnya lanjutkan perjalanan menuju kota karawang. sampai didaerah tanjung pura saya belokkan si merah kearah kiri menyusuri jalan baru tanjung pura – klari dengan pemandangan pagi di kiri kanan jalan yang indah sekali. para petani sudah mulai bekerja di sawah yang masih berkabut, sementara saya masih berada di tengah jalan yang lengang menuju harapan di tempat baru. cuaca saat itupun bersahabat antara mendung ke cerah. di pertengahan jalan baru, kuhentikan si merah.
sejenak melepaskan dahaga. kuambil kamera dari tasnya, niatnya sih ingin meng abadikan panorama persawahan yang kebetulan masih berkabut di pagi itu. juga kebetulan saat itu terdapat “ray of light” yang kiranya akan sangat cantik bila diabadikan. saat kamera kunyalakan keadaan langsung berubah jadi muram sekaligus menggelikan karena ternyata saya lupa juga bawa battery kamera.
dengan senyum dogol dan perasaan masygul akhirnya saya lanjutkan perjalanan sambil cengar-cengir bodoh
…
terlewatilah klari – kosambi – purwasari – dawuan hingga akhirnya sampailah di cikampek dimana saya harus berbelok ke kanan menuju kota bukit indah. akhirnya tibalah saya di lokasi, cek jam digital di hp menunjukkan pukul 08:30. mulailah kebimbangan kembali menjangkiti pikiran. cek odometer di dashbor menunjukkan angka 90.9 makin besar kebimangan dalam pikiran “gile… ini mah sama juga dengan 2/3 perjalanan jakarta – cirebon”. sampai batas ini saya masih berusaha meyakinkan diri dengan berpikir bahwa nanti bisa kontrak rumah di daerah sini.
sampai di lokasi diterima oleh petugas security lalu langsung di antar ke area kerja teman saya. saya langsung di pertemukan dengan kepala pabrik untuk sekedar berkenalan. setelah selesai diajaklah saya berkeliling pabrik yang luasnya 3x pabrik tempat saya kerja saat ini. setelah berkeliling saya dapati area kerjanya kurang bersih dan terawat. banyak sekali hal” yang musti di benahi. ini suatu tantangan yang sangat menggiurkan. namun sekali lagi kondisi jarak yang sangat jauh membimbangkan pikiran.
siang itu saya makan di kantin pabrik. luar biasa nutrisi yang disuguhkan perusahaan ini. menu”nya sungguh menerbitkan air liur. tak heran karena mereka mempekerjakan khusus para tukang masak untuk melayani kebutuhan makan karyawannya. patut di jadikan pertimbangan para pengusaha di perusahaannya.
sorepun menjelang. saya pun berpamitan. lalu dimulailah lagi perjalanan menuju timur yang lebih menantang karena kondisi jalan yang mulai rusak di hantam roda” truk” besar yang jahat. linsatan cikampek – cikarang berlalu dengan kesan jalanan jelek. relasi cikarang – cibitung keadaan diperparah dengan kemacetan akibat angkot yang berhenti sembarangan. supir” angkot disini sudah tidak kenal lagi dengan apa yang disebut toleransi. sungguh menjemukan. kebimbangan saya pun bertambah jika saat berangkat bimbang 20% maka sekarang kebimbangan itu melonjak drastis menjadi 65%.
tiba di warung bongkok cuaca makin mendung hingga akhirnya bekas” hujan besar terlihat di daerah coca cola. ku belokkan si merah kekiri menyusuri jalan kecil guna menghindari macet, namun ternyata jalan itu rusak parah. didepan kompleks DKI depan indopharma jalanan luar biasa rusak dan tergenang namun kulanjutkan perjalanan nenembus kali malang di depan PT. Zipco cibitung. cibitung – tambun jalan basah dan becek hingga si merah jadi kotor kecipratan air kotor campur lumpur encer. bukan hanya si merah tapi juga sampe ke jaket dan wajahku.
sampai di tambun jalanan sudah kering dan selanjutnya kering kerontang sepanjang bekasi timur – daerah kampung dua kalimalang. kemudian mendung lagi hingga kediaman saya. akhirnya berakhirlah perjalanan saya selama seharian penuh mengunjungi tempat kerja baru.
malamnya saya dan istri berembug tentang masalah jarak ini. aku mengutarakan bahwa kita bisa saja kontrak rumah di daerah sana jadi gak perlu pulang pergi cikampek – jakarta. “tapi kan umi lagi hamil bi…” jawab istriku… memang kehamilan istriku sudah memasuki bulan ke 5 yang artinya masih harus menunggu selama kurang lebih 4 bulan lagi. ku pikirkan lagi lebih jauh… 4 bulan bukan waktu yang sebentar, walaupun penghasilan disana lebih besar, namun 4~5 jam dijalan cukup menggoyahkan pendirianku.
akhirnya kuputuskan untuk tetap bekerja di tempat yang lama dengan alasan jarak. ku telepon atasanku untuk menganulir surat pengunduran diriku. atasanku sangat senang mendengar kabar ini. “ini good news Riyadh…” katanya. “terima kasih sudah memutuskan untuk kembali bekerja di sini…”
keesokan harinya saya masuk kerja lagi seperti biasa, kuberi tahukan teman” tentang keurunganku pindah kerja. merekapun mayoritas senang aku tidak jadi mundur, walaupun tidak tertutup kemungkinan ada yang tidak senang dengan keputusanku. dalamnya lautan dapat diukur namun hati orang siapa yang tahu?
mohon maaf sahabatku, aku belum dapat memenuhi keinginanmu untuk bisa bekerja bersama dengan mu. mungkin suatu saat jika ada jodoh dan semua kesempatan memadai kita bisa bekerja bersama.
wb to spn riyadh…
pelajaran” yang kiranya dapat ditarik dari kejadian diatas:
- jika sudah berkeluarga janganlah segala keputusan diambil sendiri, terutama jika menyangkut masa depan keluarga kita. bicarakanlah dengan anggota keluarga yang lainnya. bahkan seorang anak yang masih dibawah umurpun patut di dengar juga pemikirannya.
- lakukanlah segala sesuatu dengan cepat. sebab jika kita sudah terbiasa cepat bertindak, maka akan cepat pula kita memperbaiki kesalahan. (menurut pak mario teguh)
- pertimbangkan lebih matang jika ingin pindah kerja. jangan hanya tergiur oleh penghasilan yang lebih baik. tapi pertimbangkan juga segala hal yang mungkin mempengaruhi keadaan keluarga.
- berusahalah lebih teliti jika akan bepergian, jangan sampe bawa kamera gak ada baterenya…
, makanan ada cuman berasa kurang… Akhirnya bikin mie rebus instan dah… Saya punya cara tersendiri dalam membuat mie rebus, tentu saja rasanya bakalan lebih mantab bila di makan saat hujan deras turun…
Baiklah… Berikut cara masak mie rebus ala saya: